“APAAAAA?” William langsung melompat dari duduknya.“Nala? Serius? Kamu mau bawa si biang kerok itu ke rumahmu? Kamu mau ngajarin dia tinju?”“Bukan aku yang ajarin. Tapi Papi,” jawab Shaynala.Wiliiam memegangi kepalanya dengan dua tangan. Tak sudi, tak rela, musuh bebuyutannya ujug-ujug masuk ke circle kehidupannya.“Anggap aja kita lagi berbuat amal, Will.”“Tapi … arrrghhh!”Dan tak hanya William yang syok, Kalea pun memberi respon serupa saat Hamish memberitahu perihal Arsen.“Aku tahu rasanya. Aku pernah jadi korban kekerasan ayahku. Dan kamu pasti yang lebih paham, Lea,” ucap Hamish lembut.Kalea terdiam dan tanpa sadar memeluk perutnya. Ada luka abadi yang ditinggalkan ayahnya di sana.“Kita memang tak seharusnya ikut campur. Tapi dia datang pada anak kita. Meminta tolong,” sambung Hamish.“Tapi bagaimana kalau misal dia sudah menguasai bela diri dia malah memanfaatkannya untuk kejahatan?” tanya Kalea. Jujur saja, dia meragukan Arsen.“Itu di luar wewenang kita, Sayang. Tapi s
Read more