Share

Bab 144

Author: Janice Sinclair
"Takut, 'kan?"

Aiden melonggarkan dasinya. Ada senyum puas di wajahnya.

Wajah Tristan menjadi gelap, seolah-olah dia tidak tertarik berbicara dengan orang yang 'berkebutuhan khusus'.

Melihat waktunya sudah tepat, Kiana segera menyeka air matanya. Wanita itu meletakkan kedua tangannya di pinggang, lalu mengangkat dagunya, dan berbalik menghadap Keluarga Lianto.

"Kenapa kami harus takut?"

Aiden mendengus dingin. "Kamu nggak tahu Grup Sagara?"

"Terus?"

"Kamu nggak mau tinggal di Kota Yasel lagi?"

"Hidupku baik-baik saja, jadi kamu nggak perlu khawatir!"

"Hei, kamu!"

Aiden sangat marah hingga wajahnya membiru. Dia mengepalkan tangannya dan hendak menyerang lagi, tetapi saat melihat pria gagah berdiri di belakang Kiana, yang mana lebih tinggi setengah kepala darinya, dia langsung melonggarkan kepalan tangannya.

"Grup Sagara sangat terkenal di Kota Yasel, bukan, seharusnya terkenal baik di dalam maupun luar negeri! Mereka terlibat dalam banyak industri. Mereka juga punya banyak cabang dan ra
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 206

    Namun, Gina hanya meliriknya sekilas. Sebaliknya, tatapannya berhenti sejenak pada Nathan.Seolah-olah anak kecil yang telah melakukan kesalahan, Nathan secara naluriah menundukkan kepala dan mundur ke belakang.Gina mendengus pelan, lalu masuk ke dalam kamar."Sialan! Kenapa dia kembali!" kata Nathan dengan suara pelan.Kiana menekan pikiran-pikiran kacau dalam dirinya dan kembali menatap Gina.Dia tidak secara khusus mencari tahu informasi tentang Keluarga Basuki, tetapi dia masih saja menerima banyak informasi, terutama tentang Adrian Basuki. Sebagai seorang aktor, dia selalu sangat aktif, terutama dari tahun lalu hingga tahun ini. Dia menyabet hampir semua penghargaan utama hanya dengan satu film. Bisa dibilang, itu adalah pencapaian tertinggi.Terjadi banyak diskusi daring tentang dirinya, tetapi semua orang mengira dia hanya memiliki satu anak perempuan, yaitu Gina.Tidak ada yang tahu kalau Kiana juga putrinya.Sebagai pewaris Keluarga Basuki, Gina telah belajar ke luar negeri s

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 205

    Lokasinya adalah di sebuah hotel. Selesai mengantar Nathan, Kiana mulanya berencana kembali ke restoran, tetapi dia mendapati Nathan telah memasukkan batu bata ke dalam tasnya.Karena khawatir tindakannya yang impulsif akan menimbulkan masalah, Kiana memutuskan untuk mengikutinya.Ada sebuah kamar di lantai tiga hotel dengan pintu terbuka. Ada beberapa orang di dalam dan di luar. Semuanya adalah sobatnya Nathan, yang datang untuk memberikan dukungan.Nathan berlari dan mengintip ke dalam. Dia melihat sobatnya menangis sambil menundukkan kepala. Sementara, si wanita tampak terbungkus kain seprai dengan rambut acak-acakan, lalu merokok dengan santai. Selingkuhannya adalah seorang pria tinggi dan berotot. Bahkan pria berotot pun tidak mampu menghadapi begitu banyak pria muda dan kuat, jadi dia terjebak di dalam ruangan dan dengan marah meminta bantuan.Kiana juga ingin melihat, tetapi Nathan menutupi matanya."Pria itu nggak berpakaian.""Serius?""Kok kamu senang?""Nggak. Jangan sembara

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 204

    Luis mulanya mengambil garpu dan berniat untuk memakan steik. Namun setelah mendengar ini, dia melemparkan garpu itu kembali ke piringnya dengan bunyi dentang, lalu menatap Tristan dengan ekspresi dingin."Apa Kiana itu pilihan pertamamu untuk menikah?"Tristan mengangkat alisnya. "Meski nada bicaramu nggak sopan, aku bisa menjawabmu. Ya.""Karena dia bodoh?""Kakakmu sama sekali nggak bodoh.""Jadi, apa yang kamu inginkan darinya?""Aku menginginkan seluruh dirinya.""Kamu nggak mencintainya.""Dari mana kamu tahu aku nggak mencintainya?""Hmph. Kalian berdua kenal belum sampai sebulan, 'kan?""Apa cinta bisa diukur dengan waktu?""Kamu pikir kamu sangat hebat?""Aku lebih tua sembilan tahun darimu.""Jadi?""Setidaknya, aku nggak akan mengajukan pertanyaan kekanak-kanakan seperti ini."Meski mereka tidak beradu mulut, bukan berarti Luis sudah puas. Dia kembali menatap Tristan dengan tajam.Bibir Tristan melengkung ke atas. Pandangannya beralih ke samping, memperhatikan barang-barang

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 203

    "Rachel, kamu masih berani bilang begitu?" Kiana mencibir. "Sebenarnya, yang paling pantas menerima balasan itu kamu, tapi jangan khawatir, balasanmu akan datang perlahan!"Selesai berbicara, Kiana pun ikut ke kantor polisi bersama para petugas. Setelah menjawab beberapa pertanyaan, dia pun keluar.Nathan dan Luis berada di luar dengan enggan. Mungkin telah mendengar tentang kejadian itu dan datang untuk menjemputnya. Tepat di saat Kiana menuruni tangga, Tristan juga tiba dengan mobilnya.Kiana menelepon Paman Aska dan kembali memintanya untuk menangani lokasi kecelakaan mobil tersebut.Dua hari beruntun. Kemarin Porsche, hari ini Ferrari.Paman Aska tidak berkata-kata, tetapi kesedihannya terlihat jelas di wajahnya.Tristan keluar dari mobil. Raut wajahnya tidak terlihat bagus. Kiana merasa suasana hati klien sangatlah penting, jadi dia pun melewati Nathan dan Luis, lalu berlari menuju Tristan."Um, dua mobilmu hancur di tanganku. Aku ... mungkin nggak mampu ganti rugi."Kedua mobil i

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 202

    Susan mengepalkan tinjunya dan menyerbu ke arah Kiana, seolah-olah ingin memukulnya.Kiana berpikir dalam hati, kalau pertarungan bisa menyelesaikan masalah, pasti akan jauh lebih mudah. Tepat di saat dia hendak menyingsingkan lengan bajunya, Rachel menghentikannya. Rachel mungkin memberi tahu Susan tentang kemampuan bertarung Kiana, yang membuat momentum Susan langsung melemah."Aku ... aku nggak akan melawanmu. Nggak layak untukku!"Kiana menyipitkan matanya. "Aku nggak peduli kamu mau bertindak atau nggak, tapi kamu sudah menabrak mobilku, jadi mau bagaimana selesaikan?"Yang mengejutkan, Susan sama sekali tidak peduli. "Aku punya asuransi. Aku bebas menabrak semua mobilmu. Sekalipun aku menabrakmu sampai mati, aku juga bisa membayar ganti ruginya!"Kiana mendengus dingin. "Oke. Kalau begitu, kita masing-masing telepon saja."Kiana menelepon polisi, sementara Susan menghubungi perusahaan asuransi mobilnya.Tak lama kemudian, polisi lalu lintas dan perwakilan perusahaan asuransi tiba

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 201

    "Rachel, aku nasihati kamu ya. Gunakan otakmu dengan benar!"Kemudian, giliran Susan berpidato sebagai perwakilan murid berprestasi. Dia memperkenalkan dirinya, lalu memperkenalkan teman-teman sekelasnya yang datang ke upacara hari ini. Saat memperkenalkan Kiana, dia mengerutkan bibir dan berkata, "Aku nggak akan menyebut namanya. Semoga dia bisa melangkah di jalan yang benar."Meski dia tidak menyebut nama, semua teman sekelas langsung menatap Kiana. Melihat mereka menatap Kiana, para tamu yang hadir pun ikut menoleh.Kiana menjadi pusat perhatian dan sasaran cemoohan orang-orang, tetapi dia masih duduk dengan santai di kursinya. Dia tampak tenang dan rileks, dengan senyum tipis di wajahnya.Melihat sikapnya yang seperti itu, Susan menjadi marah, tetapi karena itu adalah upacara penting, dia tidak bisa banyak bicara. Jadi, dia pun mengeluarkan naskahnya dan mulai berpidato.Namun baru saja mengucapkan beberapa kalimat, pengeras suara di ruang pameran mulai berbunyi kresek, diikuti ole

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status