Pagi setelah pertemuan itu datang tanpa sisa. Tidak ada pesan lanjutan, tidak ada kalimat yang menggantung. Seeyana bangun dengan tubuh yang terasa ringan, seolah semalam ia meletakkan sesuatu di tempat yang tepat. Ia bersiap bekerja seperti biasa, menyusun rambut, memilih pakaian sederhana, dan keluar dengan agenda yang jelas.Di kantor, unit yang ia pimpin memasuki fase padat. Presentasi internal dijadwalkan mendadak, dan satu laporan perlu dipadatkan ulang. Seeyana membagi tugas dengan cepat. Ia menyebut nama, menyebut tenggat, dan memastikan semua dicatat. Tidak ada improvisasi yang tak perlu. Ia bergerak seperti seseorang yang tahu batas waktunya sendiri.Di sela kesibukan, Pak Hendra menghampiri. “Kamu terlihat stabil,” katanya, tidak sebagai pujian, melainkan pengamatan.“Karena saya tahu apa yang saya jaga,” jawab Seeyana.Pak Hendra mengangguk, seolah memahami bahwa stabilitas bukan soal suasana hati, melainkan keputusan yang diulang.
Last Updated : 2026-01-09 Read more