Ruang dewan berada di lantai atas, dengan dinding kaca yang menghadap kota. Pagi itu, cahaya jatuh rata ke meja panjang, membuat segala sesuatu terlihat jelas termasuk ketegangan yang biasanya tersembunyi. Seeyana tiba lebih awal. Ia menata laptop, menguji proyektor, dan duduk dengan punggung tegak. Tidak ada catatan kecil di tangannya. Semua sudah tertata di kepala.Satu per satu anggota dewan masuk. Sapaan singkat. Senyum profesional. Livia duduk di ujung meja, memberi anggukan kecil. Seeyana membalas cukup.“Silakan,” kata ketua dewan.Seeyana berdiri. Slide pertama muncul: tujuan, ruang lingkup, risiko. Ia bicara pelan, jelas, tanpa mempercepat. Ketika pertanyaan datang, ia menjawab dengan data, bukan pembelaan. Ketika ada keberatan, ia menawarkan alternatif bukan kompromi yang mengaburkan batas.“Bagaimana mitigasinya jika tenggat bergeser?” tanya salah satu anggota.“Tidak bergeser,” jawab Seeyana. “Yang bergeser adalah prioritas. I
Last Updated : 2026-01-06 Read more