Perubahan jarang datang sebagai ledakan. Lebih sering ia hadir sebagai penumpukan hari-hari yang terlihat biasa, namun terasa berbeda di dalam. Seeyana menyadarinya pada minggu itu ketika rutinitas tidak lagi menguras, dan keputusan tidak lagi membuatnya ragu.Di kantor, evaluasi bulanan berjalan ketat. Angka-angka diproyeksikan ke layar, grafik bergerak naik-turun. Seeyana memaparkan capaian unitnya dengan nada datar, tidak menonjolkan diri, tidak pula merendah. Saat pertanyaan tajam muncul, ia menjawab dengan data, bukan emosi. Ia menutup presentasi dengan satu kalimat yang sederhana: “Kami siap bertanggung jawab atas target berikutnya.”Ruangan hening sejenak, lalu rapat ditutup. Tidak ada tepuk tangan. Tidak perlu. Kepercayaan, ia tahu, seringkali hadir tanpa suara.Usai rapat, Pak Hendra menahannya sebentar. “Kamu siap naik satu level lagi,” katanya. “Bukan sekarang, tapi sebentar lagi.”Seeyana mengangguk. “Saya ingin memastikan fondasinya k
Last Updated : 2026-01-14 Read more