Seorang wanita berpenampilan menarik dengan rambut lurusnya yang tergerai. Adhisti, wanita itu merangkul Raka tanpa ada rasa malu meski di dekat mereka ada Widya dan juga Puspa.“Adhisti,” sapa Widya membuat Adhisti melepaskan tangannya dari leher Raka.“Ibu, mbak Puspa,” balas Adhisti.Widya mendekat ke arah Adhisti, wanita itu memegang tangan Adhisti dengan lembut. “Jadi, kapan kamu dan Raka akan menikah?”Mendengar pertanyaan Widya membuat pipi Adhisti merona. Jika ditanya kapan kesiapan Adhisti menikah dengan Raka, maka saat ini juga Adhisti akan bersedia. “Kalau aku terserah Raka saja, Bu.” “Raka, kan, bentar lagi cerai, masak enggak mau nikahin Adhisti, sih?” Kali ini Puspa ikut menimpali.Raka yang diserbu pertanyaan kapan akan menikahi Adhisti pun merasa muak. Tiga wanita yang saat ini bersama dirinya dalam satu ruangan ini adalah penyebab kehancuran rumah tangganya. “Mbak, besuk kamu coba datang ke kantor. Ada beberapa bagian yang membutuhkan lowongan.” Raka berucap seraya
Read more