Adhisti mendongak menatap wajah Raka, wanita itu mengernyit tatkala pias wajah pria itu yang sulit untuk dijelaskan. Sang wanita berpikir dalam benak, mungkinkah Raka sedang dalam masalah pekerjaan atau yang lainnya? Atau tentang Kirana.“Raka,” panggil Adhisti dengan kedua mata yang berkaca-kaca.Suara lembut nan mendayu itu membuat lamunan Raka buyar seketika. Pria itu menunduk menatap wajah Adhisti yang penuh dengan air mata. Pria itu mengusap punggung Adhisti berharap memberikan ketenangan pada sang wanita.“Kita duduk di sana dulu, ya?” ajak Raka menuntun tangan. Adhisti untuk duduk di tepi ranjang.Perlahan, mereka berjalan ke ranjang dan duduk di sana. Raka masih setia memberikan usapan lembut di punggungnya. Sedangkan sang wanita menyandarkan kepalanya pada dada bidang Raka.Merasa tangisan Adhisti sudah mereda dan napasnya yang sudah teratur, Raka berdiri dari duduknya. Namun, sebelum Raka berdiri, Adhisti lebih dulu menahan lengan Raka dan berkata, “Jangan pergi,” pintanya.
Last Updated : 2026-05-24 Read more