공유

36. Melepas

last update 게시일: 2026-05-26 23:05:00

Napasnya tersengal, peluh membasahi dahinya, dadanya naik turun saat kedua matanya terpaksa terbuka. Beberapa detik pria itu menatap langit-langit kamar. Ia terdiam sejenak berusaha mencerna jika semua yang terjadi hanyalah mimpi belaka.

Namun, bayangan Kirana yang berdiri berhadapan dengan pria lain dan saling memakaikan cincin di jari manis mereka urung hilang dari pikiran.

Jantungnya berdegup kencang, tenggorokannya tercekat dan rasa sesak memenuhi dadanya. Raka mengusap wajahnya dengan kedu
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   36. Melepas

    Napasnya tersengal, peluh membasahi dahinya, dadanya naik turun saat kedua matanya terpaksa terbuka. Beberapa detik pria itu menatap langit-langit kamar. Ia terdiam sejenak berusaha mencerna jika semua yang terjadi hanyalah mimpi belaka.Namun, bayangan Kirana yang berdiri berhadapan dengan pria lain dan saling memakaikan cincin di jari manis mereka urung hilang dari pikiran.Jantungnya berdegup kencang, tenggorokannya tercekat dan rasa sesak memenuhi dadanya. Raka mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan, tetapi kegelisahan yang ia rasakan tak juga hilang.Melihat seseorang yang dulu menjadi istrinya dan hanya tersenyum padanya malah bersanding dengan pria lain. Teringat jelas dalam bena, beberapa jam yang lalu, Kirana meminta Raka untuk menceraikan dirinya apabila Raka benar-benar peduli padanya. Satu-satunya hal yang diminta Kirana pada Raka. “Jika itu bisa buat kamu bahagia.” Raka bergumam.Tatapan pria itu lantas beralih pada ranjang yang ada di sampingnya. Pria itu menger

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   35. Mimpi

    Adhisti mendongak menatap wajah Raka, wanita itu mengernyit tatkala pias wajah pria itu yang sulit untuk dijelaskan. Sang wanita berpikir dalam benak, mungkinkah Raka sedang dalam masalah pekerjaan atau yang lainnya? Atau tentang Kirana.“Raka,” panggil Adhisti dengan kedua mata yang berkaca-kaca.Suara lembut nan mendayu itu membuat lamunan Raka buyar seketika. Pria itu menunduk menatap wajah Adhisti yang penuh dengan air mata. Pria itu mengusap punggung Adhisti berharap memberikan ketenangan pada sang wanita.“Kita duduk di sana dulu, ya?” ajak Raka menuntun tangan. Adhisti untuk duduk di tepi ranjang.Perlahan, mereka berjalan ke ranjang dan duduk di sana. Raka masih setia memberikan usapan lembut di punggungnya. Sedangkan sang wanita menyandarkan kepalanya pada dada bidang Raka.Merasa tangisan Adhisti sudah mereda dan napasnya yang sudah teratur, Raka berdiri dari duduknya. Namun, sebelum Raka berdiri, Adhisti lebih dulu menahan lengan Raka dan berkata, “Jangan pergi,” pintanya.

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   34. Pada Siapa?

    Belum selesai rasa terkejutnya karena Kirana yang mulai berani mengutarakan apa yang ada di dalam hatinya. Raka kembali dikejutkan dengan permintaan Kirana. Bayaran? Apa maksudnya? “Pembantu? Apa aku pernah menganggap kamu seperti itu?” seloroh Raka meminta penjelasan akan kalimat yang diucapkan oleh Kirana.“Lalu apa? Aku kan cuma tukang masak, bersih-bersih rumah dan jangan lupa hinaan dari ibu dan kakakmu.” Raka tidak suka jika Kirana membawa nama ibu dan kakaknya. Bagaimanapun mereka adalah keluarganya.“Jangan pernah memfitnah keluargaku, Kirana!” bentak Raka.Pria itu sepertinya lupa jika ia sedang bersusah payah meminta maaf pada Kirana. Lalu sekarang bentakan itu malah akan semakin membuat Kirana benci padanya.“Kamu enggak terima, ya, kalau aku bilang gini ke mereka? Padahal dulu mereka lebih dari ini menghinaku tapi kamu diam aja.”Jika mengingat kejadian yang sudah termakan waktu, Kirana merasa perih di dalam hatinya semakin lara. Luka yang belum sembuh itu bahkan kembali

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   33. Jebakan

    Pertikaian yang terjadi di antara Raka dan Gio urung selesai. Mereka masih mempertahankan ego yang sedari tadi menguasai. Tidak ada yang mau mengalah, mereka menganggap apa yang mereka katakan semua adalah benar. Hingga sebuah dering telepon membuat Gio dan juga Raka menatap ponsel yang berada di atas meja. Gio yang berada tidak jauh dari sana melirik ke arah ponsel. Pria itu mendengus tatkala ia melihat sebuah nama yang tertera di layar ponsel Raka.Melihat nama sang penelepon, Raka segera menjawab panggilan telepon tersebut. Pria itu mengernyitkan dahi saat suara tangis menyapa indera pendengarannya.“Adhisti, kenapa?” tanya Raka dengan ada khawatirnya. Sedangkan Gio yang berada di sana melirik tajam ke arah Raka. Bukan hanya itu saja, Gio tertawa sinis mendengar nada khawatir Raka pada wanita yang hanya berstatus sebagai masa lalunya.“Ka, di komplek mati lampu sejak tadi. Katanya da pemadaman lokal. Aku takut gelap,” katanya masih dengan terisak. Terdengar suara angin yang berde

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   32. Pengakuan

    Kirana menatap penuh selidik pada pria yang saat ini duduk di depannya. Gio, dengan tatapan tajamnya mengatakan hal yang tidak pernah Kirana sangka.“Siapa yang ketemu Raka?” tanya Kirana membenarkan posisi duduknya.Gio menghela napas, ternyata Kirana belum bersedia terbuka dengan apa yang terjadi. Wanita itu masih suka menyimpan segala sesuatunya seorang diri.“Tadi aku pengen ngajak kamu ke kantin makan siang, tapi kamu udah enggak ada.” “Kenapa? Aku Lo enggak ketemu sama Raka,” bohong Kirana. Wanita itu mencoba menyembunyikan pertemuannya dengan Raka, ia hanya tidak ingin Gio terjerat dalam masalahnya dengan Raka.“Sore ini, namaku yang terseret dengan kamu bilang dari pencarian media sosial. Tapi namamu masih ada dan semua orang semakin menyudutkanmu,” jelas Gio menatap curiga pada Kirana.Kirana hanya diam membisu. Namun, di dalam hatinya ia merasa lega. Jadi, Raka raka tidak mengingkari janjinya. Ia benar-benar tidak melibatkan Gio dalam masalah rumah tangga mereka.“Aku yakin

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   31. "Jangan Temui Dia Lagi"

    Dalam keheningan mereka berdua, beberapa orang mulai berdiri menatap pada bus yang baru saja sampai. Suara mesin kasarnya melambat mendekati halte tua dengan beberapa orang yang siap naik.Pintu berderit mendesis, orang-orang masuk ke dalam bus dengan berbaris rapi. Tidak ada aksi dorong mendorong. Tempat duduk yang masih longgar membuat mereka dengan bebas memilih.Hal yang wajar memang, karena di zaman yang sekarang ini pasti banyak dari mereka yang memakai kendaraan pribadi atau memesan kendaraan umum melalui aplikasi di ponsel mereka.“Eh ….” Kirana menatap Gio yang duduk di sampingnya.Sedangkan sang pria menatap polos pada manik hitam Kirana. Entah mengapa, menatap paras ayu milik Kirana membuat Gio merasa jauh lebih tenang.“Kenapa?” tanya Gio menoleh pada Kirana sedari tadi menatapnya bingung.Kirana menelan ludahnya kasar, meski ini bukan pertama kalinya ia duduk di samping Gio, tetapi jantungnya tetap saja bergetar. “Ada banyak kursi di sini, Kenapa milih duduk di dekatku?”

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status