Ragu, Raka mengambil ponsel yang sedari tadi berdering di dalam sakunya. Pria itu menatap layar ponsel dan benar saja, Adhisti menelpon dirinya. Raka tidak langsung menjawab, ia menatap lama benda pipih itu.“Kenapa? Dia pasti sedang menunggumu,” sindir Kirana.Dering ponsel itu mati, sebelum akhirnya kembali berbunyi. Kirana mendengus, wanita itu seolah mengolok Raka yang tidak yakin akan keputusan yang ia ambil.Muak dengan sindiran Kirana, Raka menggeser tombol berwarna hijau untuk menjawab panggilan dari Adhisti. “Halo,” sapanya begitu telepon tersambung.“Raka, bisa kaki ke sini, aku butuh bantuan.”“Ada apa?” tanya Raka. Ini seperti buka Raka yang Kirana kenal. Biasanya Raka akan dengan sigap ke tempat Adhisti tanpa banyak bertanya.“Aku dari kamar mandi dan terjatuh,” adunya.Raka menghela napas, pria itu tidak punya pilihan lain selain datang. Pria itu berjalan menuju lemari yang ada di samping Kirana. Ia lantas membuka pintu lemari dan melihat isinya.“Tenang saja, aku, kan,
Last Updated : 2026-05-15 Read more