Hampir Ziana tersentak, tidak percaya. Ternyata dia memang berjodoh dengan Arhan, sampai di tempat seperti ini pun takdir mempertemukan mereka. Ziana tersenyum, hampir melambaikan tangan, namun Arhan justru menatapnya makin tajam. Lelaki itu juga melihat pada si kecil Leo dengan tak suka. "Ziana, kamu mau minum?" Aris menawari minuman, suaranya membuat Ziana memalingkan wajahnya dari Arhan. "Terima kasih, Om Aris," balasnya dengan senyum senang. Senyum yang tertangkap jelas oleh Arhan. Saat Ziana menoleh lagi, lampu merah sudah berganti, mobil Arhan sudah melesat dengan cepat. Mata Ziana menatap jauh, lalu ponselnya bergetar. Ada pesan Arhan yang membuat Ziana buru-buru membukanya. [Saya tunggu di depan.] Pesan itu singkat, Ziana mengulas senyum saat kembali mendongak dan dia melihat mobil Arhan berhenti di depan. "Pak Aris berhenti," pinta Ziana. "Sampai sini saja." "Ini masih sangat jauh, Ziana?" Aris tidak mengerti, namun saat ada lelaki yang menghadang di depan, hampir A
Last Updated : 2026-01-09 Read more