Ziana terbatuk, dia sampai tersedak ludah sendiri saat mendengar ocehan Sandra yang ngawur. "Sandra, kamu ini apa si--" Ziana menyikut Sandra yang jail, namun gadis itu malah makin keras tertawa sambil melirik Aris. "Sepertinya Om Aris juga suka kamu, Zi. Pada pandangan pertama. Lihat tuh, kupingnya merah!" Sandra berbisik, tapi dengan suara yang keras sampai Aris dengar dan diam-diam matanya membulat. "Sandra--" Ziana mencubit paha Sandra di sebelahnya. Dia merasa sangat amat malu dan tidak enak hati, mana yang Sandra ucapkan itu banar, kuping Aris terlihat sangar merah, kontras dengan kulitnya yang putih bersih. Melihat putranya terpojok, meski diam-diam Lisa menahan senyum dia tetap membantu. "Huush, sudah, ayo lanjutkan lagi makannya. Kita bisa ngobrol lebih seru kalo sudah selesai makan malam." Akhirnya Aris bisa sedikit tenang, senyum tak jelas itu masih Sandra lontarkan tapi paling tidak Sandra tidak lagi berisik. *** Dua jam berlalu, dan Arhan masih menunggu sesu
Last Updated : 2026-01-06 Read more