Selesai mandi, Arumi mencari pakaian di lemari. Ternyata semua barang-barangnya masih tersusun rapi di sana, tak ada satu pun yang Langit pindahkan apalagi buang. Harusnya ini saja sudah cukup menjadi bukti, betapa pria itu menantikan kepulangannya selama ini.Arumi tertegun, hingga tanpa sadar ternyata Langit Sudan berdiri di dekatnya. “Ada apa, Arumi?” tanyanya seraya menyentuh kedua lengan Arumi. Arumi yang masih memakai kimono handuk itu berjengit kaget. “Eh, Om, nggak … nggak ada apa-apa.” Ia memasak tersenyum.Langit lalu melihat ke arah lemari yang masih terbuka lebar itu. Kemudian kembali melihat kepada Arumi. “Lihat, kamu masih menjadi pemilik kamar ini kan?” tanyanya.Arumi menunduk, jemarinya meremas pinggiran kimono handuknya yang masih terasa lembap itu. Kalimat Langit barusan bukan sekadar pertanyaan, melainkan sebuah penegasan yang menghunjam langsung ke ulu hatinya. Di dalam lemari itu, deretan gaun, kemeja, rok tutu, bahkan parfum favoritnya masih berada di posisi y
Baca selengkapnya