Bra Grace terbuka, seiring dengan air matanya yang ikut mengalir. Ia tahu, sangat tahu, jika ini tidak benar. Tapi ia juga tidak bisa menolak. Tubuhnya seperti bereaksi otomatis dalam membalas setiap sentuhan sang mantan dosen. “Aahhh ….”Grace mendesah pelan, saat Ray mulai menyentuh dua area sintal miliknya yang putih mulus dan tampak mengencang itu. Gerakan lembut pria itu mampu membuat seluruh saraf di tubuhnya terbakar oleh kenikmatan terlarang yang kini ia rasakan. Tangan Ray lalu perlahan, menyelusuri area paling sensitif dari tubuh perempuan yang ia panggil dengan nama “Gracia” itu, membuat Grace kembali mengejang karena geli. “Pak! Udah, berhenti. A–aku nggak tahan lagi,” ucap Grace yang sudah panas dingin karena perbuatan Ray. Namun, bukannya berhenti, tangan Ray justru semakin liar di bawah sana. Ia memainkan milik Grace seperti sudah terbiasa melakukannya. “Saya sudah bilang kan, kalau saya tidak suka dibantah. Malam ini, saya akan tunjukkan padamu, bagaimana caranya
Last Updated : 2026-08-19 Read more