Saat Renee menarik lepas ikat pinggang itu, Arvin tiba-tiba menariknya berdiri dari lantai dan berkata dengan suara ketus, "Cukup."Renee tertegun dan menatapnya dengan bingung."Demi seorang pria, kamu sampai merendahkan diri seperti ini. Renee, kamu nggak merasa ini konyol?"Ternyata Arvin cemburu. Mengingat bahkan anjing jantan saja pernah membuatnya cemburu, tidak aneh kalau dia juga cemburu pada Xavier.Demi tidak menyeret Xavier ke dalam masalah, dia menjelaskan dengan sangat serius, "Pak Arvin, di mataku Dokter Xavier bukan pria, dia adalah penyelamat hidupku.""Oh, begitu? Jadi kamu berlutut di depanku bukan karena dia?""Nggak, karena kamu. Karena kamu ingin membalasnya. Siapa pun dia, mau itu pria atau wanita, bagiku sama saja."Melihat wajahnya yang begitu serius, Arvin malah tertawa karena kesal. "Renee, kamu pintar sekali bicara.""Tapi yang aku katakan semuanya tulus. Pak Arvin, aku sudah menyiapkan diri. Kamu nggak boleh ingkar janji." Sambil berkata demikian, Renee hend
続きを読む