Renee menghela napas tak berdaya. "Ambil dulu saja. Toko harus punya trafik dulu supaya bisa mulai menghasilkan lebih banyak. Nanti kalau sudah berhasil, baru kembalikan ke aku.""Benar-benar nggak perlu."Michela berpikir sejenak. "Kalau kamu mau balas budi, temani aku minum boba seperti kemarin, itu saja sudah cukup.""Baik."Mereka berdua jalan-jalan dan minum boba bersama.Saat hendak berpisah, Michela bertanya, "Ren, kamu bahagia hari ini?""Bahagia, dong. Kenapa?""Nggak, cuma tanya."Michela tersenyum, lalu mengaitkan lengannya pada lengan Renee. "Karena selama kamu bahagia ... aku nggak merasa sedang melakukan hal buruk.""Michel, kamu nggak melakukan hal buruk."Renee menyandarkan kepalanya di bahu Michelad an berkata dengan serius, "Jangan terpengaruh sama Arvin. Keputusan untuk bercerai itu keputusanku sendiri, nggak ada hubungannya sama siapa pun.""Michel, kamu sahabat terbaikku, dan satu-satunya tempat aku bisa bergantung. Kalau bukan karena kamu, mungkin keadaanku jauh l
Read more