"Arvin sedang rapat, bukan?"Renee terisak pelan. Sebenarnya dia sempat terpikir untuk menelepon Arvin, tetapi dia ingat Arvin tidak suka diganggu saat bekerja. Dia takut membuat Arvin marah.Andre mewakili Arvin. Menurutnya, menelpon Andre juga sama saja."Bu Renee, meskipun Pak Arvin sedang rapat, dia tetap bisa menerima telepon."Renee baru akan menjelaskan, tetapi Andre sudah lebih dulu menutup panggilan. Lantaran merasa tidak berdaya, dia terpaksa beralih dan menelepon Arvin. Arvin memang sedang rapat. Rapatnya melalui panggilan video.Dalam situasi seperti ini, biasanya tidak ada yang berani meneleponnya, kecuali ada hal yang benar-benar penting. Karena itu, saat ponselnya berdering, dia langsung mengangkat tanpa berpikir panjang."Arvin ...." Suara Renee dari seberang terdengar bergetar menahan tangis.Alis Arvin terangkat. Dia menurunkan ponsel dan melihat layar. Benar saja, itu memang telepon dari Renee.Dia ... menelepon duluan? Dan ... dia menangis?"Kamu sedang menangis?""
Read more