Menjelang sore, Pak Dekan sengaja menunggu suasana kampus agak sepi sebelum diam-diam melipir ke toko kue yang diinformasikan Mayang. Ia berjalan dengan langkah agak kikuk saat memasuki toko itu, sambil berharap tidak ada satu pun mahasiswa yang mengenalinya.Begitu pintu kaca didorong, wangi manis langsung menyambar hidungnya."Selamat sore, Pak. Ada yang bisa kami bantu?" sapa seorang pelayan toko dengan ramah.Pak Dekan berdeham kecil. "Sa-saya mau beli kue krim dengan stroberi.""Oh, ada, Pak. Sebentar ya, saya ambilkan dulu."Pelayan itu baru saja hendak berbalik ke arah dapur ketika Pak Dekan buru-buru memanggilnya dengan suara pelan."Dek... dek... kalau bisa buah stroberinya jangan terlalu besar..."Pelayan itu menoleh kembali dengan wajah bingung. "Maaf, Pak. Besar buah stroberinya sudah standar toko kami. Bagaimana?"Pak Dekan mengangguk cepat, sedikit salah tingkah. "Oh... oke deh. Tidak apa-apa. Saya ambil satu.""Baik, Pak. Mohon ditunggu sebentar."Semenit kemudian, pela
Baca selengkapnya