Hari itu salju turun tipis-tipis. Di tengah jalur berbatu menuju hutan tempat perburuan, pasukan kecil, berzirah serta bersenjata lengkap berjalan bak semut hitam mengawal kereta-kereta kuda di depannya. Kereta terdepan diseret dua kuda sekaligus, pertanda kereta itu milik Kaisar. Di belakangnya, kereta-kereta lain dengan satu ekor kuda berbaris rapi, berpacu tenang—tanpa ada yang ingin saling mendahului. Di setiap sisi kereta, prajurit berkuda mengikuti laju dengan punggung tegak, pandangannya awas ke sekeliling. Hingga matahari terbenam, seluruhnya telah tiba di lahan luas, yang difungsikan sebagai tempat membangun tenda. Tenda-tanda dibangun mengelilingi tumpukan kayu, yang akan difungsikan sebagai api unggun. Dan setiap tenda diberi papan nama kepala keluarga, supaya pemiliknya tidak salah masuk. Dari sekian banyaknya tenda peserta perburuan, salah satunya adalah tenda jenderal Shang. Di dalam tenda, Shen Liu Zi tengah melapisi jubah dalam dengan jubah dalam lagi, lanju
Read more