Mendengar itu. Entah apa yang dipikirkan Rey, tampak pria itu hanya diam, tanpa kata dan suara. Aina yang melihat Rey terdiam, kembali berkata. “Saya janji bakal secepatnya ko!” raut wajahnya tampak sangat serius saat mengatakannya. Tanpa diduga, Rey mulai memperlihatkan senyum manisnya. “Ibu ga usah janji, karena saya emang bakal nunggu.” “Beneran?” Dengan masih mempertahankan senyum manisnya, Rey menganggukkan kepalanya pasti. Mendengar itu, Aina mulai menghela napas lega. “Syukurlah kalo gitu, saya tadi sempat ngira kamu bakal ga mau disuruh nunggu dan bakal nyari kerjaan lain.” Senyum manis di wajah Rey mulai surut. Lalu dengan menatap serius wajah Aina, ia membalas. “Iyu hal yang ga mungkin, karena saya kan masih dapat uang dari Ibu untuk biaya pengobatan Key.” Aina hanya terdiam, tanpa kata dan suara. Melihat Aina yang terdiam, Rey juga tidak kembali mengeluarkan suaranya. Karena kedua orang itu sama-sama terdiam, tentu saja membuat keheningan di sekeliling mereka, kem
Last Updated : 2026-01-08 Read more