Oma Eliyas melihat Aura yang berjalan sedikit tergesa ketika pandangan mereka akhirnya bertemu. Seolah tak ingin menunda lagi, Aura langsung bersimpuh di depan kursi roda itu dan memeluknya erat.“Aura… maafkan Mama, ya?”Oma Eliyas tersedu, tangannya mengelus punggung menantunya dengan gemetar.Sejak dulu, ia sudah menyayangi Aura seperti anaknya sendiri.Hanya keadaan yang sempat memfitnah, menutup matanya, hingga membuatnya membenci gadis sebaik ini.Kini, setelah semuanya jelas, rasa bersalah itu menekan dadanya. Ia tahu, mulai saat ini ia akan lebih menyayangi Aura. Terlebih Aura telah memberinya seorang cucu—penerus keluarga Eliyas.“Aura yang seharusnya minta maaf, Ma,” isak Aura. “Sudah membuat Mama sedih dan kecewa.”Pras memandang ibu dan istrinya dari tempatnya berdiri. Melihat mereka akhirnya berdamai, hatinya dipenuhi rasa lega dan bahagia.Untuk pertama kalinya sejak lama, ia merasa beban itu terangkat. Pras memilih tak mengusik momen itu.“Tidak, Ra,” ucap Oma Eliyas lir
最終更新日 : 2025-12-24 続きを読む