Suatu malam yang dingin di California. Devano membelalakkan mata, langkahnya terhenti seketika di ambang pintu. Jantungnya berdegup sedikit lebih kencang melihat antusiasme gadis di depannya. “Jangan ngaco kamu. Nanti kalau ketahuan Mas Pras, kita bisa habis dimarahi lagi, lho.”“Ommm… mau ikut lihat endorse-annya. Mau dong ikutan masuk kamera, Om Devan…”Mikayla merengek manja, suaranya sengaja dibuat mendayu sembari melingkarkan lengannya di lengan Devano.Pria itu sempat ragu, merasakan kehangatan yang menjalar dari sentuhan Mika, namun melihat wajah Mika yang memohon dengan mata berbinar, pertahanannya luluh juga.Hanya membuat konten tipis-tipis, tidak masalah juga, kan? batinnya meyakinkan diri, mencoba mengabaikan firasat yang mulai berisik.Namun, yang awalnya diniatkan hanya sekadar membuat konten, perlahan-lahan berubah arah.Sentuhan fisik yang tak sengaja dan candaan yang terlontar mulai mengubah suhu di ruangan itu. Suasana menjadi lebih intim, lebih berat oleh sesuatu y
Dernière mise à jour : 2026-02-22 Read More