"Tapi kenapa?" tanya Ramli. Vina menatapnya sebelum wanita itu beranjak duduk. "Tidak apa-apa, aku masih banyak kerjaan di kantor, jadi aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja. Setelah ini kami harus pulang!" jawab Vina setelah ia duduk di kursinya. "Kami?" Ramli mengerutkan keningnya. "Iya, kami. Aku dan anak-anak. Siapa lagi?" jawab Vina sambil menatap kedua anaknya yang duduk di sampingnya. Ramli menghela napas, pria itu tahu jika Vina sedang menghindari dirinya. "Tapi aku rasa Nathan dan Nala tidak akan keberatan jika aku ajak. Jika kamu tidak ikut, tidak apa-apa. Biarkan anak-anak saja yang ikut. Toh, aku juga tahu mana waktu belajar mana waktu bermain. Jadi kamu tidak perlu khawatir, aku pasti menjaga mereka!" kata Ramli sambil tersenyum. "Tapi...!" Vina langsung memotong ucapan Ramli. Namun Nathan segera menyahuti ucapan sang Mama. "Ayolah, Ma. Izinkan kami ikut sama ayah. Lagipula ayah Ramli ayah kita, kan?" kata Nathan memelas. "Kakak benar. Kita kan
Read more