Seketika Romi mendekap perutnya sendiri sambil menatap wajah sang bos yang juga sedang melihat dirinya. Pria itu tampak cengar-cengir dan malu karena perutnya sudah demo ingin makan. Aland menghela napas panjang. Pria itu pun segera meminta Romi untuk makan dulu di dalam mobil. Kebetulan Aland baru saja membeli makanan di warung pinggir untuk jaga-jaga jika di antara mereka ada yang lapar. Dan dugaanya benar, ternyata sang asisten yang sedang lapar. "Maaf, Bos. Lapar tidak ada yang ngundang. Dia datang sendiri di waktu yang tidak tepat. Maklum, sebelum berangkat ke rumah Anda, saya tadi cuma makan roti, kata istri dia nggak masak, bau nasi bikin mual katanya, apalagi bau badan saya. Makanya saya disuruh cepetan pergi biar nggak mual-mual terus katanya!" ungkap Romi dengan wajah memelas. Aland tersenyum, pria itu tidak marah dengan apa yang dikatakan oleh sdng asisten. Justru, ia ikut senang dan menduga jika istri Romi wes dalam gejala hamil muda. "Ya sudah, kamu makan dulu gih
続きを読む