"Diam!" bentak Aland langsung. Romi dan Johan mendadak terdiam dan patuh."Siap, Bos. Kami yang salah!" kata Romi merendah.Aland melirik Vina sejenak dengan ekspresi canggung. Baik Vina, wanita itu juga langsung pura-pura tidak melihat wajah Aland. Keduanya nampak salah tingkah padahal mereka baru saja bermain di dalam mobil."Ya sudah, cepat jalan!" titah Aland langsung meminta sopir mengantar pulang. Pria itu menyandarkan punggungnya pada jok mobil. Tubuhnya terlihat begitu lelah. Keringat basah masih menghiasi wajahnya yang maskulin.Sesekali pria itu merapikan sabuk celananya yang semula terbuka. Bahkan resleting celananya belum ditutup sempurna. Karena panik saat mobil mengerem mendadak, sehingga ia tidak sempat menutup resleting celananya.Vina meliriknya dan tanpa sadar wanita itu tertawa kecil. Seolah tahu jika Vina tengah memperhatikannya, Aland tiba-tiba menoleh ke arah wanita itu.Benar saja, Vina memang sedang melihatnya. Karena terkejut dan panik, spontan Aland menutupny
続きを読む