Tok, tok, tok...Suara ketukan di pintu kayu yang kusam itu seketika memecah kesunyian. Alya tersentak, buru-buru ia bangkit dan menyeka sisa air mata di pipinya dengan punggung tangan. Napasnya tertahan sebentar, ada rasa tegang yang menjalar di dadanya."Siapa?" tanyanya lirih. Tubuhnya kaku, ia khawatir jika yang berdiri di sana adalah Mirna atau Karin yang datang untuk memberikan tugas tambahan."Ini Bibik, Nduk," suara lembut Siti menyahut dari balik pintu.Seketika, bahu Alya yang tegang perlahan luruh. Ia mengembuskan napas lega sebelum akhirnya bangkit untuk membuka pintu."Bibik bawakan susu hangat," ujar Siti dengan senyum tulus, tangannya memegang nampan berisi segelas susu khusus ibu hamil.Alya tersenyum kecil, merasa sedikit tersentuh dengan perhatian sederhana itu. "Terima kasih banyak, Bik," ucapnya tulus sambil mempersilakan Siti masuk.Siti melangkah ke dalam kamar yang sempit itu, lalu menyerahkan gelas susu hangat tersebut kepada Alya. Tanpa banyak bicara, Alya men
Read more