Alya tersentak, kepalanya menoleh cepat ke arah sumber suara. Di sana, Reihan duduk dengan kaki yang disilangkan dengan santai. Di tangannya, ia memegang sebuah buku yang tampaknya baru saja selesai ia baca.Seketika, tatapan Alya menajam. Dadanya terasa sesak seiring dengan kesadaran yang mulai pulih sepenuhnya. Tangannya tanpa sadar meremas selimut dengan kuat hingga buku-buku jarinya memutih.Sepertinya, ia memang tidak pernah benar-benar bisa menjauh dari Reihan. Bahkan untuk sehari saja.Tanpa menanggapi sindiran suaminya. Alya memilih menyibakkan selimut ke samping, lalu turun dari ranjang dengan gerakan pelan."Kamu mau ke mana?" tanya Reihan saat melihat Alya berjalan ke arah pintu.Namun Alya tetap diam. Ia sama sekali tidak berniat menjawab pertanyaan yang dilontarkan suaminya."Alya!" panggil Reihan lagi, kali ini dengan nada yang lebih tegas.Ia berdiri dan melangkah cepat menyusul istrinya. Tangan Reihan bergerak gesit mencekal pergelangan tangan Alya tepat sebelum jemari
Terakhir Diperbarui : 2026-03-07 Baca selengkapnya