Saat jam kuliah usai, suasana kelas perlahan mulai sepi, Alya masih duduk di tempatnya, sibuk memasukkan buku dan laptop ke dalam tas. Tatapannya terfokus pada tas ranselnya di atas meja, tapi otaknya justru sibuk merangkai alasan yang cukup masuk akal untuk diberikan kepada Reihan. Otaknya berputar, menyusun skenario terbaik untuk menutupi kebohongannya yang baru saja ia putuskan."Al! Mampir ke kosan aku, yuk? Katanya kemarin ada yang mau kamu ceritain," suara Dina, sahabatnya, tiba-tiba memecah lamunan. Pundak Alya ditepuk pelan, membuat gadis itu sedikit tersentak.Alya menoleh, memaksakan senyum yang terasa kaku di wajahnya. "Emm… lain kali aja ya, Din," ujarnya, berusaha terdengar santai. "Hari ini aku nggak bisa."Wajah Dina langsung berubah murung, bibirnya maju beberapa sentimeter. "Yah... padahal aku penasaran banget! Mau cerita soal cowok yang kamu suka, kan?" godanya, matanya mengerling nakal.Alya hanya menggeleng sambil terkekeh pelan."Bukan! Ya udah deh," Dina menghela
Terakhir Diperbarui : 2025-12-11 Baca selengkapnya