Reihan mematikan mesin mobilnya dengan perasaan tidak karuan. Begitu melangkah masuk ke rumah, bau harum tumisan sayur menyambutnya dari arah dapur.Di sana, Alya berdiri membelakanginya. Gadis itu tampak fokus pada wajan di hadapannya, rambutnya diikat sederhana, bahunya bergerak ringan mengikuti irama tangannya yang mengaduk masakan. Ia jelas menyadari kehadiran Reihan, langkah kaki itu terlalu khas untuk tidak dikenali, namun ia sama sekali tidak menoleh."Alya," panggil Reihan pelan."Iya," sahut Alya singkat. Suaranya datar, tanpa intonasi. Tangannya sibuk memotong sayuran di atas talenan.Reihan berjalan mendekat, mencoba mengikis jarak di antara mereka. "Maaf, tadi kamu harus menunggu lama di parkiran.""Tidak masalah," jawab Alya lagi. Pandangannya tetap terpaku pada pisau dan sayuran, seolah benda itu jauh lebih menarik daripada kehadiran suaminya.Reihan menghela napas panjang. Sikap abai Alya mulai mengusik ketenangannya. "Alya, sebenarnya apa yang terjadi padamu? Kenapa ka
Terakhir Diperbarui : 2025-12-27 Baca selengkapnya