Saat Reihan tengah menikmati kehangatan dekapannya pada tubuh Alya, keheningan pagi itu tiba-tiba pecah oleh dering ponsel di atas nakas.Reihan mendesah malas, terlihat jelas ia enggan melepaskan momen intim ini. Namun, dering itu tak kunjung berhenti. Dengan berat hati, ia melonggarkan pelukannya dan meraih ponsel tersebut."Halo," ucap Reihan dengan suara serak khas bangun tidur, sedikit ketus karena merasa terganggu.Sejenak ia mendengarkan suara di seberang telepon dengan kening berkerut. "Baiklah, aku akan segera ke sana," ucapnya singkat sebelum memutus sambungan.Alya yang menyadari suasana telah berubah, perlahan mendudukkan dirinya di tepi ranjang. Ia kembali membalut tubuh polosnya dengan selimut putih tebal, menatap punggung suaminya dengan tatapan bertanya-tanya."Kenapa, Mas?" tanya Alya pelan."Ada pekerjaan mendesak yang harus aku selesaikan," jawab Reihan tanpa menoleh. Ia beranjak dari ranjang, menunduk untuk memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai semalam. Se
Terakhir Diperbarui : 2026-01-01 Baca selengkapnya