Alya segera membuka laptopnya, mengabaikan dosen yang baru saja masuk ke dalam ruang kelas. Dengan gerakan cepat, ia mengunduh lampiran email dari klien pertamanya. Namun, pada saat Alya mengetahui dosen pembimbing dari klien pertamanya adalah suaminya sendiri, hal itu membuat sekujur tubuhnya menegang.Ia membuka lebar-lebar matanya. Membaca tulisan itu berkali-kali, mungkin saja ia salah baca karena kurang fokus. Namun, baris teks itu tetap tidak berubah. Reihan Dirgantara, M.T., Ph.D.Jantungnya berpacu liar. Dari sekian banyak dosen, mengapa harus suaminya sendiri yang menjadi penguji dari pekerjaan terlarang ini?"Tenang Alya.... Tenang," ucapnya dalam hati, mencoba mengatur napas yang mulai terasa berat.Ia menutup mata sejenak, mengepalkan tangan di bawah meja untuk meredam gemetar. "Jangan takut, asal kamu mengerjakan semuanya dengan baik... kamu tidak akan ketahuan," ucapnya lagi, berusaha meyakinkan diri sendiri.Alya kembali menatap layar laptopnya. Ingatan untuk tidak men
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-02-01 อ่านเพิ่มเติม