Hubungan yang sehat tidak selalu terasa ringan. Kadang ia justru menantang, bukan karena menyakitkan, tetapi karena memaksamu jujur pada hal-hal yang selama ini kau sembunyikan—bahkan dari dirimu sendiri.Aku menyadari itu pada minggu ketiga setelah aku dan Nadim sepakat untuk berjalan bersama, tanpa label yang tergesa, tanpa janji yang terlalu besar. Kami menyebutnya “mengenal dengan sadar.” Tidak romantis, tapi jujur.Kami tidak bertemu setiap hari. Tidak saling menuntut kabar setiap jam. Tapi ketika bertemu, kami benar-benar hadir.Sabtu itu, kami makan malam di apartemenku. Bukan makan malam istimewa—hanya pasta buatan sendiri dan salad sederhana. Aku memasak, Nadim membantu memotong sayur. Tidak ada musik keras, hanya suara sendok dan wajan, dan obrolan kecil tentang hari kami masing-masing.“Kau rapi,” katanya sambil tersenyum, melihat dapurku yang tertata sederhana.“Aku suka keteraturan,” jawabku. “Itu membuat kepalaku lebih tenang.”Ia mengangguk. “Masuk akal.”Kami makan di
Последнее обновление : 2025-12-27 Читайте больше