Aku dulu berpikir, setelah seseorang pergi, hidup akan berhenti sebentar—memberi jeda, memberi ruang bernapas. Tapi kenyataannya tidak begitu. Hidup terus berjalan, bahkan ketika hatimu masih menyesuaikan langkah.Sudah hampir dua bulan sejak Aksa pergi.Dan untuk pertama kalinya sejak itu, aku tidak lagi menghitung hari.Aku menyadarinya secara tidak sengaja. Pagi itu, saat aku mengikat rambut di depan cermin, aku berhenti sejenak. Tidak ada rasa sesak. Tidak ada bayangan wajah yang tiba-tiba muncul. Yang ada hanya aku—utuh, sadar, dan berdiri di tempatku sendiri.Perasaan itu asing, tapi menenangkan.Di kantor, proyek yang kupimpin mulai memasuki fase krusial. Timku solid, diskusi berjalan hidup, dan aku menikmati peranku sebagai pengambil keputusan. Ada kepuasan kecil ketika ide-ideku didengar dan dieksekusi. Bukan karena ego, tapi karena aku tahu aku bekerja dengan jujur.Sore itu, aku diminta menghadiri sebuah pertemuan informal dengan klien lama perusahaan—sebuah acara kecil di
Последнее обновление : 2026-01-02 Читайте больше