Langit malam terasa lebih sunyi dari biasanya. Bukan karena tidak ada suara. Tapi karena pikiranku terlalu penuh. Kami berhenti di pinggir jalan yang sepi, cukup jauh dari rumah yang tadi berubah jadi medan perang. Nafas masih belum stabil. Tubuhku masih terasa berat, seperti baru keluar dari sesuatu yang tidak sepenuhnya nyata. Nara duduk di trotoar, masih memegang lenganku seolah takut aku akan hilang kalau dilepas. Adrian berdiri beberapa langkah dari kami, matanya terus menyapu sekitar, memastikan tidak ada yang mengikuti. Sementara aku— aku menatap kosong ke depan. Karena suara itu belum hilang. Legacy Mode: aktif. Fase berikutnya: pencarian pengguna lama. Aku menghela napas panjang. “…ini belum selesai,” gumamku. Adrian langsung menoleh. “Dari tadi juga jelas belum selesai.” Aku menggeleng pelan. “Bukan itu maksud gue.”
Read more