Aku selalu mengira masa depan itu seperti dinding tinggi yang harus kupanjat—licin, dingin, dan penuh risiko jatuh. Tapi belakangan ini, aku mulai melihatnya sebagai jalan panjang yang bisa kulalui dengan napas teratur, tanpa harus berlari.Pagi itu, aku bangun dengan alarm yang berbunyi lembut di pukul enam. Cahaya matahari menembus tirai tipis, menyentuh wajahku seperti sapaan pelan. Aku tidak lagi bangun dengan dada sesak karena mimpi buruk tentang masa lalu, atau pikiran kacau tentang apa yang belum kuselesaikan.Aku bangun… dengan rasa siap.Aku menyiapkan kopi dan duduk di meja kecil dekat jendela. Laptopku terbuka, menampilkan agenda hari ini: rapat lintas divisi, evaluasi tim, makan siang dengan Direktur Operasional, dan presentasi singkat tentang fase lanjutan Proyek Ares.Aku menghela napas panjang, lalu tersenyum.Dulu, daftar seperti ini akan membuatku panik.Sekarang, ia membuatku merasa hidup.Di kantor, suasana berubah drastis sejak penetapan resmiku sebagai Head of Str
Last Updated : 2026-01-22 Read more