“Iya, aku serius. Aku nggak bohong,” jawab Maira tanpa ragu sedikit pun. Nada suaranya mantap, seolah keputusan itu sudah lama dia pertimbangkan, bukan keputusan mendadak. Julia langsung tersenyum lebar. Wajahnya seketika berubah cerah, matanya berbinar penuh antusias. “Kalau begitu aku—” “Kamu ngapain sampai mau ngasih dia uang 100 juta, Mai?” Aku memotong ucapan Julia tanpa bisa menahan diri lagi. Rasa penasaran yang sejak tadi mengendap akhirnya meluap begitu saja. Dadaku terasa panas, pikiranku penuh tanda tanya. Maira menoleh ke arahku. Dia mengulurkan tangannya, lalu mengelus punggung tanganku sebentar—sentuhan yang biasanya menenangkan, tapi kali ini justru terasa menyebalkan. “Nanti aku jelaskan.” “Sekarang saja, nggak usah nanti.” Suaraku sedikit meninggi. Aku benar-benar ingin tahu, dan aku merasa berhak tahu. Maira menggeleng pelan. “Enggak, nanti saja, Qia, aku jelaskan setelah kita pulang dari sini,” jawabnya tetap dengan senyum tipis, seolah ingin menenangkan sekalig
Last Updated : 2026-01-22 Read more