"Qiara mungkin sudah jatuh cinta pada Bagas, tapi Ayah nggak yakin Bagas itu tulus padanya.”“Kok bisa Ayah nggak yakin? Bukannya Dokter Bagas suka sama Qiara dari dulu, ya?” Ada nada heran dalam suara Laura.“Iya, dari dulu, dari Qiara kecil.” Aku menarik napas panjang sebelum melanjutkan. “Tapi Ayah merasa rasa suka itu lebih ke obsesi, Bun. Yang Ayah takutkan nantinya dia akan membuang Qiara, setelah berhasil mendapatkan, setelah dia sudah bosan.”Kata obsesi terasa berat di lidahku. Tapi itulah yang mengganggu pikiranku selama ini. Cara Bagas memandang Qiara selalu terlalu dalam, terlalu menguasai.“Nggak mungkin Dokter Bagas melakukan itu, Yah.” Laura menggeleng pelan, suaranya terdengar yakin.“Di dunia ini nggak ada yang nggak mungkin, Bun.” Nada suaraku rendah, tapi tegas.Pengalaman hidup sudah mengajarkanku bahwa manusia bisa berubah, bahkan yang terlihat paling setia sekalipun.“Iya sih, tapi kayaknya Dokter Bagas nggak mungkin sampai membuang Qiara, karena dari awal mendap
Last Updated : 2026-02-13 Read more