Dengan langkah hati-hati, Qiara yang menggendong Kai berhenti di depan pos satpam. Di sana, salah satu satpam tengah duduk sambil mengompres pelipis matanya dengan handuk yang dicelupkan ke air es. Wajahnya tampak kesakitan dan sedikit memar.Namun, tak ada sosok Bagas di sana. Qiara semakin heran, apalagi saat dia melewati bagian lift tadi, lift apartemen itu berjalan normal dan tidak rusak sama sekali."Permisi, Pak ... maaf, apa Bapak melihat suamiku?" tanyanya dengan sopan, sambil menguatkan gendongan pada tubuh mungil Kai.Pak Satpam menoleh pelan, lalu menatap Qiara dengan wajah bingung. "Suami Nona yang mana, ya? Maaf saya nggak tau."Karena penghuni apartemen ini sangat banyak, jadi Pak Satpam tidak bisa mengenali satu persatu pasangan dari mereka. Apalagi jika mereka datang hanya sesekali saja."Namanya Bagaskara, Pak. Tadi dia pamit katanya mau ngambil pesanannya dari ojol yang dititipkan ke sini," jelas Qiara."Oh Pak Bagas." Mendengar nama itu, ekspresi satpam langsung ber
Read more