"Astaghfirullah!!" seru Qiara dengan nada tinggi begitu dia menginjakkan kaki keluar dari kamar mandi. Dia tampak terkejut, matanya melotot lebar ke arahku. Aku mengangkat alis dengan wajah penuh kebingungan, mata memandangnya dengan tatapan tidak mengerti. Mengapa dia bereaksi seolah-olah sedang melihat hantu, sampai beristighfar seperti itu? "Ada apa, Sayang?" Qiara tidak segera menjawab, malah dengan cepat membuang muka ke arah jendela di sisi kamar, pipinya tampak sedikit kemerahan meskipun wajahnya tidak terlihat jelas dari sudutku. "Harusnya aku yang tanya, kenapa Om ada di kamarku? Dan kenapa sampai bugil begitu? Cepat pakai baju, Om!" Ucapnya dengan sedikit tergesa-gesa, nada suaranya sedikit bergetar seolah dia sedang mencoba menenangkan diri. "Lho... Om 'kan ke sini karena menyusulmu, Sayang. Kan kamu yang kepengen." Kataku dengan nada pelan, lalu menarik tubuhku untuk duduk. "Kepengen apa?" Qiara menoleh, lalu melangkah ke arahku. Dia membungkuk sedikit untuk men
Read more