"Oh itu. Udah kok, Om. Bahkan sejak tiga hari yang lalu," jawab Qiara dengan santai."Sejak tiga hari yang lalu??" Mata Bagas seketika membulat sempurna, menatap istrinya dengan wajah tak percaya campur kesal manja."Lho, kenapa kamu nggak bilang dari kemarin-kemarin, Sayang? Kok kamu tega sih sama suamimu yang nggak sabar kepengen goyang ini?""Maaf, Om, bukan aku tega. Aku cuma mau mastiin kalau udah benar-benar bersih saja, takutnya nanti pas kita bercinta, darahnya malah masih keluar," jelas Qiara lembut, mencoba memberi alasan yang masuk akal."Kalau begitu kita bercinta sekarang." Tanpa pikir panjang, Bagas tiba-tiba mengangkat tubuh mungil istrinya dengan mudah bak membawa bulu kapas.Dia tak membuang waktu lagi, langsung berjalan cepat membawa dia menuju arah kamar."Ya jangan sekarang juga lah, Om. Aku juga lagi bikin nasi goreng, kita 'kan belum sarapan," protes Qiara pelan, meski tangannya sudah melingkar pasrah di leher suaminya."Sarapannya nanti saja, Sayang. Yang pentin
อ่านเพิ่มเติม