Aih, Bapak. kenapa tidak sekalian saja sih semuanya? Aku bahkan menggunakan uang pribadi untuk menalangi biaya awalnya," keluh wanita itu biarpun tangannya tetap meraih amplop dan memeriksa isinya. "Kukira ini sudah lebih dari cukup menutupi modalmu. Tapi jangan khawatir. Jika nanti kau bisa memberikan bukti yang memuaskan, aku akan tambahkan bonus," janji Lurah itu. "Benar ya, Pak. Jangan ingkar lho." Mata wanita itu berbinar. Lalu ia tampak sibuk menghitung lembar - lembar isi amplopnya. Beberapa saat kemudian.. "Tika, temanmu itu, siapa lagi namanya..Li..lisa, ya Lisa, apakah benar - benar cantik?" tanya pak Bahar. "Sangat cantik sih tidak juga. Tidak bisa dibandingkan dengan Ratih tentunya. Tapi ia memiliki bentuk tubuh yang diidamkan setiap laki - laki." Atika mengerling penuh arti. "Kenapa? Bapak ingin mengenalnya?" "Kalau dia benar - benar menarik, boleh juga," kekeh Lurah itu. Lalu sambil merayapkan matanya di atas tubuh wanita di depannya, ia melanjutkan: "Kira -
Last Updated : 2026-02-02 Read more