Jamal mengangguk. "Terima Kasih.' "Abang tak perlu sungkan. Itu sudah menjadi tugasku. Bahkan kalau masih ada pekerjaan lain, Abang tinggal bilang saja." "Memang tujuan utamaku datang malam ini adalah hendak kembali merepotkanmu." "Bilang saja, Bang. Tugas apa kali ini dan di mana?" Doni tampak bersemangat. "Sama seperti sebelumnya. Hanya kali ini lebih ringan karena orangnya ada di sini. Sebenarnya hal ini bisa kukerjakan sendiri. Tapi seperti kau tahu, aku sedang diawasi orang belakangan ini." "Tentu saja Abang tak perlu mengerjakannya sendiri. Apa lagi hanya tugas sepele begini." "Meskipun ringan, tapi kali ini aku tidak ingin kau terlibat secara langsung. Suruh anak - anak atau siapa saja yang tidak terlalu menarik perhatian." "Saya mengerti, Bang. Abang tenang saja. Aku bisa mendatangkan orang luar untuk mengerjakannya," kata Doni meyakinkan. "Tapi siapa orang ini, Bang?" Jamal merogoh saku jaketnya dan meletakkan selembar amplop putih di atas meja. Di atas amplop itu ter
Last Updated : 2026-03-28 Read more