Koridor utama lantai empat Rumah Sakit Graha Medika biasanya menjadi area yang paling tenang, namun siang itu, udara terasa seberat timah. dr. Tri Ananda Putri melangkah dengan terburu-buru, wajahnya pucat dan matanya tampak tidak fokus. Di belakangnya, dr. Adrian berjalan dengan langkah lebar, wajahnya menunjukkan kombinasi antara kecemasan dan kemarahan yang tertahan. "Tri, berhenti," panggil Adrian. Suaranya menggema di sepanjang koridor, menarik perhatian beberapa perawat yang sedang bertugas. Tri berhenti tepat di depan stasiun perawat, di mana Raihan sedang berdiri memeriksa beberapa berkas medis. Tri menoleh ke arah Adrian dengan tubuh yang gemetar. Ia sengaja memposisikan dirinya di titik di mana Raihan bisa melihat ketakutannya dengan jelas. "Aku tidak ingin membicarakannya sekarang, Adrian. Tolong, jangan di sini," bisik Tri dengan suara yang pecah. Melihat Tri yang tampak begitu rapuh, ingatan Adrian melesat kemb
Last Updated : 2025-12-22 Read more