Aliansi itu bekerja lebih cepat dari yang mereka duga.Hari-hari Arden dipenuhi rapat, tekanan, dan strategi yang menuntut presisi dingin. Aruna menjadi bayangan di sisinya... kadang bicara, kadang hanya hadir. Ia tidak menuntut penjelasan setiap saat, tidak memaksa Arden membuka luka yang belum siap disentuh. Ia hanya memastikan Arden tidak lupa makan, tidak lupa bernapas, dan tidak lupa bahwa ia tidak sendirian.Namun malam…Malam adalah wilayah mereka.Setelah Kaeswara meredup dan para penjaga berganti sif, Arden selalu menemukan langkahnya mengarah ke tempat yang sama. Bukan ke ruang kerja. Bukan ke kamar yang dingin oleh kebiasaan lama. Ia mencari Aruna seperti tubuh mencari suhu yang tepat.Malam itu, Aruna ada di balkon lantai dua. Rambutnya diikat seadanya, mengenakan kemeja tipis yang jelas bukan miliknya. Angin membawa aroma taman... tanah basah, daun, dan sesuatu yang menenangkan.“Kau terlambat,” katanya tanpa menoleh.“Aku tersesat,” jawab Arden, jujur.Aruna menoleh. Tat
Last Updated : 2025-12-22 Read more