Durand meletakkan ponselnya kembali. Ia mengangkat pandangannya, lalu bangkit berdiri, berjalan ke arah Sora. Kini, ia berdiri tepat di depan Sora. Tubuhnya yang tinggi membuat wanita itu harus mendongak. Bukannya marah karena penolakan yang dilakukan Sora, justru Durand menatapnya lekat dengan seringaian tipis muncul di sudut bibirnya. “Kau terlihat lebih galak.” Sora memutar kedua matanya, malas menanggapi hinaan atau pujian yang keluar dari mulut Durand. Kemudian, Durand melanjutkan, “Orang Tuaku akan kembali minggu depan.” Amarah Sora memudar begitu mendengar kata-kata Durand. Ekspresinya digantikan wajah kebingungan dengan alis berkerut. Selama berbulan-bulan tinggal di sini, ia tak pernah melihat keberadaan pria yang membawanya ke Mansion. Ia hanya melihat Viktor sekali, itu pun dalam waktu singkat. Tak ada keluarga yang lain di Mansion ini. Hanya Durand dan dominasinya.“Lalu, apa hubungannya denganku?” tanya Sora, meski ia diliputi dengan rasa penasaran mengenai keluar
Read more