HP Puput berdering nggak lama setelah pukul satu dini hari, saat dia masih tertidur lelap dan sama sekali nggak sadar dengan dunia di sekitarnya. Nico-lah yang pertama kali dengar itu. Nico bangkit dari tempat tidur, cari tas Puput, lalu keluarkan HP dari dalamnya.Pasha.Nico angkat alisnya dengan ekspresi puas, lalu langsung geser layar HP-nya untuk terima panggilan itu.“Puput, kamu bilang nggak akan pulang terlalu malam, kan? Sekarang sudah jam satu.”Orang di seberang sana bicara ke adiknya dengan nada yang begitu sopan hingga Nico sedikit terkejut.“Puput sedang tidur,” jawab Nico singkat.“Siapa ini?”Suara Pasha langsung berubah tegas.“Ayolah, Pasha. Masa kamu nggak kenal dengan suara temanmu sendiri?”Tawa tertahan dari Nico langsung buat Pasha diliputi amarah.“Nico, kenapa kamu yang jawab HP-nya Puput?”“Coba pikir sendiri kenapa aku yang jawab HP adikmu, Pasha,” jawab Nico, jelas berniat pancing emosinya.“Nico, kamu apain Puput?”“Heh, pertanyaan yang aneh.”“Nico! Pergi
Read more