BRAKKK "akhirnya kau datang juga yaa sialan" suara menjengkelkan yang sedang tidak ingin kudengar kini mendobrak masuk dengan bantingan pintu yang cukup keras. Derap langkah yang kasar kini terdengar semakin dekat hingga kepalanya yang besar menutupi langit kamar. "Apa maksud surat yang kau kirimkan itu, sialan?"Dahiku berkerut dengan bola mata berputar malas kearah kanan menghindari pandangannya, "Surat? Surat apa yang kau maksud?" jawabku malas. Alisnya kini menukik keatas seperti orang yang tengah menahan emosinya, "kau bercanda kan?" Kedua bahuku kini terangkat rendah "tidak juga" tanganku kini menepis kepalanya dengan kasar membuat tubuhnya spontan mundur beberapa centi dari ranjang. "sialan""Kau tau seberapa banyak kesulitan yang ku alami saat kau bertugas di kediaman keluarga Winston?" protesnya tiba - tiba dengan mata melotot kearahku. Aku sendiri hanya bisa menghela nafas sembari beranjak dan mengalihkan pandanganku kearah sisi luar jende
Read More