Mei Anqi menatap wajah Zhen Ming, tercengang mendengar kalimat percaya diri pria tersebut. Seolah-olah Lim Taehyon adalah bajingan gila uang dan wanita. “Yang Mulia, anda pikir suami saya sebajingan anda? Bertindak seakan mencinta tetapi berpaling begitu mudahya?” Balasan sinis Mei Anqi diikuti tawa mengejek. “Aku sudah membunuh wanita itu, masih kurang?” “Kurang? Jangan bicara seakan saya yang meminta anda membunuhnya, Yang Mulia,” mata almondnya menyipit dengki, ingin rasanya ia hancurkan wajah sombong itu saat ini juga. Zhen Ming mengencangkan genggaman tangannya pada kedua pergelangan tangan putih Qiqi. Menciptakan memar kemerahan di sana. Pria itu merunduk, mengikis sisa jarak yang membentang. Lalu menggigit keras telinga putihnya, memaksa Mei Anqi menjerit, menangis, dan mengumpat. “Hukuman dariku karena bicaramu nakal sekali,” celetuknya asal tanpa merasa bersalah. “Kepalaku bisa berlubang ditatap sebegitu tajamnya olehmu, Qiqi,” sambungnya terkekeh. “Persetan
Last Updated : 2026-01-15 Read more