Share

#151. Mengikuti Sandiwara

Penulis: azzurayna
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-12 21:25:45

Hari-hari terlewati dengan tipu daya tak berkesudahan. Mei Anqi nyaris putus asa memikirkan semua rencananya untuk membujuk Zhen Ming gagal total.

Ia dulu sengaja berkata ingin jalan-jalan mengelilingi rumah berlantai dua tersebut, tetapi Zhen Ming menolak tegas tanpa pikir dua kali.

Berkali-kali Mei Anqi menciptakan beragam alasan masuk akal yang harus berakhir dalam kegagalan lagi dan lagi.

Anak-anaknya pun sama gagalnya dengan dirinya.

“Ibu, bagaimana ini?” Daisen mulai khawatir tujuan mereka terpaksa pupus. “Seluruh area kediaman dijaga ketat secara bergantian. Sulit menelusup di antara mereka sekalipun tubuh kami kecil.”

Hongyi juga khawatir memikirkan Ayahnya dan Nenek Chu. “Aku mencoba merayu nona prajurit untuk menggali informasi, sayangnya dia tidak membuka mulutnya sama sekali. Ketampanan imutku tak berguna lagi,” anak itu merebahkan dirinya dan meratap. “Mungkinkah keindahan wajahku meluntur dan mereka tidak lagi terayu olehku?”

Jiali memukul wajah Hongyi menggunakan se
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #177. Menasihati Tegas

    “Ibu, sakit ... sangat sakit ...” Jiali merengek sedih merasakan keram perut. “Aku tidak mau makan sup daging lagi ... hik!” Mei Anqi memeriksa denyut nadi putrinya, memastikan tubuhnya baik-baik saja. Hatinya tersayat mendengar rintihan sakit si bungsu. Zhen Ming di seberang ranjang membantu menenangkan Hongyi yang begitu dramatis melebihi Jiali. “Wah ...” Hongyi mengerang kesal sekaligus kesakitan. “Ibu, umurku sepertinya tidak lama lagi. Aku bisa melihat pintu surga dari sini, Ibu ... Ibu ... aku mungkin akan mati. Biarkan aku menulis wasiatku dulu, berikan aku kertas dan pena ...” Xiao Bai dan Xiao Yun memutar bola mata mereka bebarengan. Wanita acuh sekelas Xiao Bai bahkan sakit kepala menghadapi sikap dramatis tuan kecilnya. Jiali marah mendengar ocehan ngelantur saudaranya, tanpa belas kasihan lantas turun dari pelukan Mei Anqi dan menginjak mulut Hongyi dengan kaki telanjang. Zhen Ming terkesiap kaget melihat tindakan brutal putri bunkecilnya. “Jiali, tidak sopan!” “D

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #176. Keracunan

    Di rumah. “Yang Mulia, biarkan kami saja yang memasak,” rayu Bibi Chen yang segera disetujui Xiao Bai dan Xiao Yun. Zhen Ming mengabaikan kekhawatiran Bibi Chen, lagi pula ia hanya ingin memasak. Kenapa seheboh itu? Seakan-akan yang akan ia masak adalah racun. “Bibi, aku tidak akan pergi,” tekan pria tersebut gigih. “Dari pada sibuk merayuku pergi dari dapur, lebih baik Bibi bantu aku memasak.” Xiao Bai dan Xiao Yun bersitatap, ketakutan terpancar dari sorot mata mereka. Terakhir kali mereka mencicipi masakan Zhen Ming sekitar sepuluh tahun lalu. Namun rasanya yang mengerikan masih terngiang-ngiang sampai sekarang. Tamat sudah. Jika makan malam dimasak oleh Zhen Ming bisa diperkirakan bagaimana kondisi mereka esok. Nenek Chu tidak tahu apa pun karena belum mengenal Zhen Ming dengan baik. ‘Kenapa semua orang panik?’ batin Nenek Chu bingung. Wanita paruh baya di sisi Zhen Ming ingin sekali meratap dan berteriak ke langit. Melampiaskan kefrustasian yang menderu kepalanya. “Kali

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #175. Zhen Ming ingin Memasak

    “Yang Mulia?” Bibi Chen memanggil Zhen Ming berulang kali sebab pria itu tak merespon sama sekali. Pria di sudut paviliun sederhana itu terpanggil dari lamunan bawah sadar. Ia menoleh hanya untuk mendesah berat, kemudian murung lagi menatapi kolam ikan koi kecil di bawah. Bibi Chen sakit kepala melihat tingkahnya. Seperginya Mak Comblang setelah selesai menghitung hari baik, tuannya terlihat sedih dan kecewa. “Saya tahu anda sedih,” kata Bibi Chen dengan nada lembut membujuk. “Tapi jangan menyiksa diri anda sendiri, Yang Mulia. Ayo makan malam dulu.” Zhen Ming tetap keras kepala menghadapi bujukan lembut Bibi Chen, membuat wanita paruh baya itu tercengang. Rasanya seperti kembali ke masa lalu ketika Bibi Chen mengasuh Zhen Ming kecil. “Bibi Chen,” Mei Anqi datang dari pelataran depan, masih mengenakan hanfu krem bersihnya. Sosoknya bersinar dalam gelapnya malam. “Yang Mulia?” beonya heran. Dia sedari tadi sibuk menemani anak-anak sekalian menidurkan mereka. Betapa terkejutnya

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #174. Menukar Pengantin Pria?

    Menjelang malam, suasana tenang di sekitar Zhen Ming terusik kebisingan dari luar pintu utama kediaman. Tak lama berselang, seorang wanita bertubuh gempal dalam balutan hanfu sutra datang melintasi pintu sembari mengipasi wajahnya. Riasannya yang mencolok dipadukan gaya berpakaian mewahnya mencuri perhatian warga desa setempat. Zhen Ming kebetulan sedang berada di teras ketika Gao Yan datang membawa wanita berpenampilan menyerupai merak tersebut. “Aiyo! Aiyo!” Wanita merak itu berlari penuh semangat saat melihat Zhen Ming duduk di teras membaca buku. Mata mak comblang membola kaget, “Ya Dewa! Apakah pria ini mempelai prianya, Tuan Gao?!” Gao Yan meringis melihat sikap sembrono mak comblang. “Ya, nyonya. Situasi tuan saya sedikit rumit, jadi mohon bantuannya.” “Tentu! Pria setampan ini, aku baru pertama kali melihatnya. Beruntungnya aku karena bertemu Tuan Gao hari ini, haha! Hampir saja aku melewatkan keberuntungan besar!” Mak comblang berdecak kagum memandangi struktur

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #173. Terima Kasih, Yang Mulia

    “Yang Mulia, anda tahu kemana Gao Yan pergi?” Bibi Chen datang menghampiri, tampak putus asa mencari kehadiran pria itu sedari tadi. “Saya memerlukan bantuan tambahan untuk mengambil persediaan dapur.” Zhen Ming berhenti menaburkan pakan ikan ke kolam. Lalu berbalik menatap Bibi Chen, ”Aku memintanya keluar mencarikan mak comblang belum lama ini. Suruh Li San saja.” “Mak comblang?” Binar mata Bibi Chen seketika menyala terang mengalahi silau terik matahari siang ini. “Anda berencana menentukan tanggal baik dari sekarang? Bagus! Bagus sekali! Keputusan Yang Mulia sangat tepat!” Wanita paruh baya itu bahagia bukan main. Seolah dirinyalah yang akan melangsungkan pernikahan. Namun Bibi Chen mulai panik memikirkan banyaknya keperluan untuk mempersiapkan sebuah pernikahan. “Yang Mulia, bagaimana anda bisa sesantai itu dan masih memperhatikan ikan di kolam?” Omelnya marah, “Anda sebentar lagi menikah, banyak hal harus dipersiapkan lebih awal secepatnya!” Kepanikan Bibi Chen aneh

  • Menjadi Budak Cantik sang Raja Arogan   #172. Rumah Baru

    “Tuan, nyonya, kita sudah sampai,” Kusir pemilik kereta berseru sopan dari kemudi depan. Pria paruh baya itu melompat menuruni kereta, membungkuk hormat. Dua kereta kayu di belakang turut memberhentikan laju kuda. Mei Anqi tertidur lelap selama perjalanan berjam-jam, apalagi jalanan di Kota Xiyu semuanya mulus tanpa terjalan sama sekali. Membuat wanita itu terlelap nyenyak tiga jam lebih. Zhen Ming menggendong Mei Anqi hati-hati, setiap tindakannya lembut dan menjaga. Khawatir wanita itu akan terbangun merasakan perubahan dari tempatnya bersandar. “Xiao Bai, Xiao Yun, ambil anak-anak. Kalian gendonglah mereka,” perintah Zhen Ming tegas setelah turun dari kereta. Tangannya sudah penuh menggendong Qiqi seorang. Dua dayang di dekat kereta barisan tengah itu mengangguk patuh. Lalu menggendong tiga kembar dengan Xiao Bai membawa dua pangerannya sekaligus. Bibi Chen bersama Nenek Chu membantu menenteng beberapa bawaan ringan, semua perbekalan berat telah diambil alih oleh Gao

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status