Mei Anqi muncul di tengah keramaian, kedua tangannya menggandeng Hongyi di sisi kiri dan Daisen di sisi kanan. Wajah cantiknya panik mendengar tangisan putrinya yang terlepas dari pengawasannya sebelumnya. “Jiali!” serunya khawatir ketika mendapati putrinya menangis memeluk kaki pria asing. “Sayang, kemari!” Mei Anqi setengah berlutut, kedua tangannya terbuka lebar. Jiali melompat turun dari kaki Zhen Ming, kemudian berlari menghamburkan diri ke pelukan sang Ibu. Ia menangis kencang, mengadu kesal. “Ibu, Ibu, Ibu! Paman itu bilang tidak suka Jiali!” Zhen Ming dikejauhan berdiri mematung memandang sesosok wanita yang telah menghantui mimpinya selama 6 tahun berakhir. Dadanya sesak, seolah tenggelam ditelan lautan dalam. Membuatnya sulit bernapas dengan baik. Kepalanya segera merunduk, membiarkan wajahnya tertutup tepian topi, sehingga orang-orang tak bisa melihat paras atau ekspresinya. Yang pasti, Zhen Ming teramat kacau sekarang. Tangannya bergetar, ingin berlari mener
Read more