Irisha meraih kerah baju suaminya, menariknya sedikit agar Revan menatapnya lurus. “Kenapa diam? Apa Om sekarang sadar kalau mereka memang mirip?” sindirnya halus. “Risha, jangan bercanda!” Revan menggeleng cepat. “Dokter Yuda itu adik iparnya Dita. Mana mungkin mereka punya hubungan gelap?” Irisha mendengus kecil, senyum mengejek terbit di bibirnya. “Suamiku ini … ternyata polosnya kebangetan,” ledeknya ringan, namun sarat makna. Baik, aku lanjutkan dengan fokus pada Revan yang masih berpikir, ragu, dan mulai terusik—tanpa mengubah alur. Revan terdiam. Ucapan Irisha berputar-putar di kepalanya, menimbulkan kegelisahan yang perlahan merambat. Ia mengalihkan pandangan, rahangnya mengeras, seolah sedang menimbang sesuatu yang selama ini tak pernah ia sentuh. “Benar, mereka hampir mirip,” gumamnya pelan, hampir tak terdengar. Ia mencoba mengingat wajah Dokter Yuda, sorot mata itu, garis rahang yang tegas, cara pria itu menatap orang lain dengan dingin namun terukur. Lalu
Terakhir Diperbarui : 2026-01-14 Baca selengkapnya