"Kalau begitu, kamu janji sama Ayah, jangan cerai!"Caitlyn terdiam beberapa detik, lalu berkata pelan, "Baik, aku nggak akan cerai."Dia sudah memutuskan, untuk saat ini dia hanya ingin menenangkan Mattias. Soal cerai, dia pasti akan tetap melakukannya. Lagi pula, meskipun dia berbohong, Mattias juga tidak akan tahu.Namun, Mattias masih belum tenang. "Jangan asal janji saja .... Begini, kamu telepon Dexter di depan Ayah.""Ayah!""Cay, kamu benar-benar mau bikin ayahmu mati nggak tenang ya?"Caitlyn tertegun. Dengan kaku, dia menjawab, "Baiklah, aku telepon."Dia mengambil ponsel, diam selama beberapa detik, baru menekan nomor Dexter. Nada tunggu berdering tiga sampai empat kali baru diangkat.Suara di seberang adalah suara Gaby. "Halo, Kak Caitlyn?"Caitlyn mengernyit. "Dexter mana?""Oh, Kak Dexter lagi mandi." Suara Gaby terdengar lembut dan disertai tawa kecil. "Kak Caitlyn cari dia ada urusan ya?"Seketika, ada sesuatu di dada Caitlyn yang bergetar keras. Dexter sedang mandi dan
Read more