Mobil melaju dengan kecepatan tinggi, menembus kegelapan malam. Jalanan cukup sepi malam ini, mungkin karena sudah memasuki tengah malam. Hanya ada beberapa mobil saja yang berpapasan dengan rombongan Alaric.“Sepertinya kita dijebak, Tuan.” Heru berseru dari tempat duduknya. Setelah kehilangan Felix, hanya lelaki itu kini yang jadi kaki tangannya.“Kenapa kau berkata seperti itu?” Alaric mengerutkan kening, bingung. Ia sudah menanyakan ini pada Heru berulang kali, memastikan jika pesanan yang mereka dapatkan bukanlah sebuah trik untuk mengepung mereka.“Saya sudah cek ulang, titik koordinat alamat yang mereka kirim itu hanyalah hutan belantara. Sudah saya zoom berulang kali, tidak ada markas atau bangunan apapun sama sekali di sana.” Heru berucap dengan sangat yakin.Alaric berdecak kesal, ia minta tablet yang tengah di pegang oleh Heru, memastikan sendiri apa ucapan lelaki itu benar atau tidak.“Coba hubungi nomornya kembali!” Alaric memberi perintah.Heru lekas menghubungi nomor cl
最終更新日 : 2025-12-07 続きを読む